Waktu Yang Mustajab Untuk Berdoa, Ketika Pintu Langit Terbuka

Waktu Yang Mustajab Untuk Berdoa – Langit terdiri atas beberapa pintu. Jarak antara satu lapis langit dengan lainnya berjarak lima ratus tahun.

“Sesungguhnya, pintu-pintu langit dibuka hingga tergelincir matahari dan tidaklah tertutup hingga shalat zhuhur, maka aku ingin saat itu yang naik bagi ku adalah suatu kebaikan,”

(Hadits Shahih, At Taghrib 584). Satu paket dalam kisaran waktu zhuhur ini, pintu langit juga dibuka saat seorang muslim melakukan shalat qabliah Zhuhur.

1. Saat Adzan Berkumandang

“Apabila seorang muadzin mengumandangkan adzan maka terbukalah pintu-pintu langit dan dikabulkan lah doa,” (Shahih Al-Jami’ 803).

2. Tengah Malam Atau di Sepertiga Malam

Tengah malam disaat orang memeluk selimutnya, Anda bisa bermunajat kepada Allah, karena pada waktu tersebut sangat mustajab untuk berdoa.

Hal itu, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Pintu-pintu langit dibuka pada saat tengah malam lalu ada suara yang memanggil,’Apakah ada orang yang berdoa?

Lalu orang itu pun dikabulkan. Apakah ada orang yang meminta? Lalu orang itu pun diberikan.

Apakah ada orang yang dalam kesulitan? Lalu orang itu pun dilapangkan.” (Shahih al Jami’ 376)

3. Ketika Hujan Turun Perbanyaklah Berdoa

Sebagaimana disampaikan oleh Abdullah bin Abbas, “ Perbanyaklah doa di kala hujan turun.”

Diantara alasan anjuran untuk memperbanyak doa saat butiran-butiran air itu menyapa bumi dengan kesegaran dan kehidupan,

“Sebab ketika itu pintu-pintu langit terbuka.” Maka Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita doa yang amat mulia, “Allahumma shayyiban nafi’an. Ya Allah, jadikan hujan ini penuh kemanfaatan.”

Kesadaaran inilah yang penting untuk dibangun dalam pemahaman kita. Pasalnya, hujan diturunkan oleh Allah Ta’ala dengan membawa manfaat dan keberkahan.

Kemudian, saat hujan turun disunnahkan untuk memanfaatkan airnya dengan berbasah-basahan. Duh, nampaknya ini kebalikan dengan kebiasaan kita saat ini. Pasalnya, kebanyakan kita justru anti dengan hujan bahkan enggan untuk sekedar bepergian –ke masid sekalipun- saat hujan turun.

Dr. Nashir bin Abdurrahman al-Juda’i sebagaimana dikutip Salim A. Fillah dalam “Lapis-Lapis Keberkahan” mengatakan, “Disunnahkan berbasah-basahan dengan hujan ketika ia turun, serta mengeluarkan pakaian, perkakas, dan kendaraan agar terkena hujan.”

Perkataan beliau ini bukan asal. Sebab ketika itu, Rasulullah Saw pernah menyingkap pakaiannya sehingga air hujan mengenai tubuh mulia beliau. Saat ditanya mengapa beliau melakukan hal itu, Rasulullah Saw bersabda, “Sebab hujan itu diturunkan dari sisi Rabbnya.”

Maka jangan heran ketika Imam Bukhari menyebutkan dalam satu riwayatnya bahwa Ibnu Abbas ikut berhujan-hujanan sesaat sambil membaca ayat kesembilan surah Qaaf. “Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.”

 429 total views,  2 views today